Utsman bin Affan

23 05 2010

Nama lengkapnya Utsman bin Affan bin Abi Ash bin Umayyah bin Abd Syams b in Abd Manaf, biasa di panggil Abu Abdillah dan digelari Dzu An-Nurain (pemilik dua cahaya). Ia lahir di Makkah lima tahun sesudah kelahiran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam atau lima tahun setelah peristiwa pasukan gajah yang menyerang Ka’bah.

Ia mengikrarkan diri masuk Islam di hadapan Nabi setelah ia di ajak masuk Islam oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ia termasuk salah satu di antara sepuluh orang yang mendapat jaminan masuk syurga dan termasuk salah satu dari juru tulis wahyu (Al-Qur’an). Ia ikut shalat menghadap dua kiblat dan ikut berhijrah dua kali. Ia juga mengikuti semua peperangan bersama Nabi, kecuali perang Badar. Saat itu, ia merawat isterinya, Ruqayyah binti Rasulullah, yang sedang sakit keras.

Ia digelari Dzu An-Nurain (pemilik dua cahaya), karena ia menikahi 2 (dua) putri Rasulullah SAW. Ia menikahi Ruqayyah, kemudian menikahi Ummu Kultsum setelah Ruqayyah meninggal. Ketika Ummu Kultsum meninggal, Rasulullah mengatakan kepadanya, “Seandainya kami memiliki tiga, niscaya kami akan menikahkan dia kepada Anda.”

Ia adalah sosok yang terkenal pemalu. Suatu hari, Rasulullah tidur terlentang sedang kedua betisnya terbuka. Abu Bakar dan Umar meminta izin masuk dan Beliau tetap dalam posisinya dan membiarkan betisnya tetap terbuka. Tatkala Utsman minta izin masuk, Beliau langsung menutup betisnya sambil mengatakan, “Bagaimana aku tidak merasa malu kepada orang yang malaikat saja malu kepada dia.” (HR. Muslim).

Ia juga sosok yang terkenal sangat dermawan. Bahkan, ia pernah menanggung semua perlengkapan separuh dari pasukan kaum muslimin dalam perang Al-Asrah. Saat itu, ia mendermakan 300 ekor onta dan 50 ekor kuda lengkap dengan segala peralatannya. Kemudian ia datang membawa 1000 dinar dan memberikannya di hadapan Rasulullah. Saat itu, Rasulullah SAW mengatakan, “Mudah-mudahan sesudah ini ada lagi yang dilalukan Utsman.” (HR. At-Tirmidzi). Ia juga pernah membeli sebuah sumur Raumah dari seorang warga Yahudi. Setelah itu, ia mewakafkannya. Kaum muslimin memanfaatkan sumur tersebut sebagai sumber air minum.

Tentang Utsman, Abu Hurairah mengatakan, “Utsman bin Affan telah membeli syurga dari Rasulullah sebanyak dua kali, Pertama, saat ia melengkapi peralatan pasukan perang Al-‘Asrah (Tabuk), Kedua, saat ia membeli sumur Raumah.” (HR. Al-Hakim dan Ibn ‘Asakir).

Utsman adalah orang yang sangat takut terhadap azab Allah SWT, sampai-sampai ia pernah mengatakan, “Seandainya aku berada di antara syurga dan neraca, lalu aku tidak tahu ke mana aku akan di suruh masuk, maka aku akan memilih menjadi abu sebelum aku tahu ke mana aku akan dimasukkan.”

Rasulullah SAW telah memberitakan Utsman akan masuk syurga. Beliau juga memberitakan bahwa Utsman akan menghadapi fitnah dan ia akan terbunuh secara zalim. Ia senantiasa bermunajat agar diberi kekuatan untuk bersabar menghadapi fitnah tersebut.

Pada masa pemerintahannya, harta berlimpah, sampai-sampai ia pernah mengutus budak perempuan untuk menimbangnya. Ia juga sering menunaikan ibadah haji.

Ia adalah orang pertama yang mendahulukan khotbah dalam shalat ied dan menambah adzan pada shalat Jum’at.

Ia meriwayatkan 146 hadits dari Nabi. Di antaranya, Rasulullah bersabda, “Siapa di antara hamba yang mengucapkan di setiap pagi, petang dan malam hari, “Dengan menyebut nama Allah yang tidak ada sesuatupun yang memberi madharat bagi nama-Nya, baik di bumi maupun di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” niscaya tidak akan ada sesuatu pun yang mendatangkan mudharat kepadanya.” (HR. At-Tirmidzi).

Ia pernah bermimpi bertemu Rasulullah pada malam kesyahidannya. Ia mengatakan, “Aku bermimpi bertemu Rasulullah, Abu Bakar dan Umar. Mereka mengatakan kepada saya, “Anda akan berbuka puasa bersama kami malam ini.” (HR. Ahmad)

Abdullah bin Saba’ pernah mengorganisir sekelompok pemberontak untuk menggulingkan Utsman. Alasan mereka, Utsman melakukan praktek nepotisme dan mendudukkan kaum kerabatnya di pemerintahan. Pada hakekatnya, orang yang di angkat Utsman adalah orang yang pantas menduduki jabatan tersebut. Mereka akhirnya membunuh Utsman saat ia sedang membaca               Al-Qur’an di rumahnya pada pagi hari raya ‘ied al-adha.

Ia meninggal tahun 35 H dalam usia 82 tahun. Ia memangku jabatan khalifah selama 12 tahun.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: