Zubair bin Awwam

23 05 2010

Nama lengkapnya Zubair bin Awwam bin Khuwailid Al-Qurasyi Al-Asadi, biasa di panggil Abu Abdillah dan digelari Hawari Rasulullah (teman setia Nabi).

Ia lahir tahun 28 sebelum hijrah. Nasibnya bertemu dengan Nabi pada Qushai. Bibinya, Khadijah binti Khuwailid, ummul mukminin, adalah isteri Rasulullah.

Ibunya pernah memukulnya, tiba-tiba salah seorang anggota keluarganya lewat sambil menegur ibunya. Ibunya menjawab dengan melantunkan sya’ir berikut:

Aku memukulnya agar ia tangkas menunggang kuda, memimpin prajurit dan menjadi orang yang berguna.

Harapan ibunya menjadi kenyataan. Zubair akhirnya menjadi seorang penunggang kuda yang hebat.

Ia adalah orang pertama yang menghungus pedangnya setelahg mendapatkan berita bahwa Nabi terbunuh dalam perang uhud.

Zubair adalah putra bibi Nabi. Ibunya dalah Shafiyah binti Abdul Muthalib. Ia termasuk salah satu di antara 10 orang sahabat yang diberitakan Rasulullah masuk syurga.

Tentang Zubair, Rasulullah SAW mengatakan, “Thalhah dan Zubair; keduanya adalah tetanggaku di syurga.” (HR. At-Tirmidzi). Nabi juga pernah mengatakan , “Setiap Nabi mempunyai hawari (sahabat setia), dan sahabat setiaku adalah Zubair.” (HR. Al-Bukhari).

Dirawikan dari Abdullah bin Zubair, ia berkata, “Pada perang Al-Ahzab aku melihat Zubair dengan menunggang kudanya mondar-mondir masuk ke barisan pasukan Bani Quraizhah dua atau tiga kali. Setelah pulang saya bertanya, “Wahai ayahku, dalam perang Al-Ahzab aku melihatmu membuntuti pasukan Bani Quraizhah.” “Apakah kamu melihatku wahai anakku?” tanya Zubair. Abdullah mengiyakan. Zubair mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Siapa yang menyelidiki berita tentang Bani Quraizhah, hendaklah ia menyampaikan kepadaku berita tentang mereka.” Aku pergi menyeledikinya. Ketika aku kembali, Rasulullah SAW menghimpun untukku kedua orang tuanya dan berkata, “Ayah ibuku menebusmu (fadaka abi wa Ummu).”.  (HR. Al-Bukhari).

Zubair adalah salah satu di antara enam orang (ashhab asy-syura’) yang di tunjuk Umar untuk memilih salah satu di antara mereka menjadi khalifah sepeninggalnya.

Ia meriwayatkan 38 hadits dari Nabi. Diantaranya, Abdullah bin Zubair berkata, “Aku pernah mengatakan kepada ayahku, Zubair, “Aku tidak mendengar meriwayatkan hadits dari Nabi sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat  lain.” Zubair menjawab, “Aku adalah sahabat yang selalu menyertai Nabi dan aku pernah mendengar Beliau bersabda, “Siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempatnya di neraca.” (HR. Al-Bukhari).

Zubair meninggal pada tahun 36 H. Setelah menarik diri dari perang Al-Jamal, Amr ibn Jurmuz membuntutinya, lalu membunuhnya pada saat ia sedang shalat.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: