WASPADAI VIRUS ‘FOOD FASHION FUN’ ; Remaja Jangan Sampai Alami ‘Teknogrogi’

28 05 2010

MENGIKUTI trend, telah membuat banyak remaja cenderung bangga menjadi konsumen produk luar. Berganti ponsel setiap ada mode baru, men-download setiap permainan baru ataupun ‘betah browsing’ hingga lupa belajar, seringkali tergambar di depan mata. Mengingat, bila tidak dengan dasar yang benar, apalagi untuk memanfaatkan yang baik, teknologi sebagai salah satu hal yang paling diminati, juga menimbulkan efek negatif bagi remaja.

Hubungan batin yang teramat erat, antara remaja dan teknologi, bisa saja dimanfaatkan untuk meracuni kehidupan remaja terutama di Indonesia, agar mengikuti trend luar negeri yang sebenarnya tidak sesuai dengan budaya Timur. Remaja menurut Dosen ISI Yogyakarta, Aruman SSn dalam seminar yang diselenggarakan Lembaga Pembinaan Remaja Studia di Kampus UMY, belum lama ini. Seperti yang telah diramalkan dua orang futurolog dalam buku Megatrends 2000, remaja merupakan sasaran empuk negara maju untuk dapat menyebarkan ideologi yang akan merusak sistem tata nilai yang ada di dunia ketiga.

“Virus yang sangat gampang digunakan untuk mempengaruhi remaja adalah virus yang dikenal dengan sebutan 3F: food, fashion and fun. Ini sangat digandrungi remaja. Dan penyebaran tersebut dilakukan melalui penggunaan teknologi yang semakin canggih,” tambah Aruman dalam Seminar Remaja dan Teknologi dengan tema Teknogrogi? Ngga’ Banget.

Realita ini mengajak kita semua, apalagi remaja, untuk tidak memusuhi apalagi bermusuhan dengan teknologi. Bahkan remaja perlu berkenalan, bersahabat dan gaul dengan teknologi. Masih menurut Aruman, kemajuan teknologi jika tidak diikuti dengan baik juga akan menimbulkan adanya sindrom teknogrogi.

Selain sindrom gagap teknologi yang biasa disebut gaptek, menurut Aruman, sindrom itu juga merupakan sindrom bagi remaja yang akan menjadi korban teknologi dan juga kebablasan dalam menggunakan teknologi. “Salah satu contoh kemajuan teknologi yang disalahgunakan adalah, akses situs porno dan juga penyalahgunaan narkoba dengan teknologi,” tambah Dosen ISI Yogyakarta. Hal itu menurutnya tidak akan meningkatkan intelektualitas namun malah akan merusak moralitas para remaja.

“Oleh karena itu dalam penggunaan teknologi bagi para remaja juga harus selalu diperhatikan sehingga tidak kebablasan dan juga harus tetap sesuai dengan ajaran agama yang ada,” ungkapnya.

Pisau Bermata Dua

Mau tidak mau, sebagaimana disebut praktisi cyber yang juga pengelola Jaringan Situs Syariah Publication, Ust Farid Ma’ruf, teknologi harus diakui dan diibaratkan bak pisau bermata dua. Karena itu, pemegangnya-lah yang harus menentukan apakah teknologi itu akan digunakan untuk kebaikan atau untuk kemaksiatan. “Maka, kemajuan teknologi jangan hanya dilihat dari sisi negatifnya saja, namun banyak sisi positif yang bisa diambil,” katanya.

Menarik apa kata Farid yang sudah barang tentu terbiasa dengan teknologi canggih. Menurutnya, saat penyebaran kemaksiatan semakin maju dan canggih, maka seharusnya hal itu harus ditangkal dengan dakwah yang juga memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut. “Munculnya website Islami, maupun film Islami dan juga software Islami sangat membantu dalam berdiskusi dengan siapapun tanpa harus melakukan pertemuan,” katanya.

Bukan tanpa alasan. Bagi Farid, kemajuan teknologi terutama bidang informasi, harus selalu dikawal dengan akhlak yang baik, sehingga pemanfaatan itu akan mewujudkan kebaikan. “Oleh karena itu sikap ogah-ogahan dalam mempelajari teknologi adalah salah, kita harus bisa memanfaatkan teknologi untuk kebaikan membawa kebenaran,” tambahnya. (Fsy)-g

Sumber :

Harian Umum Kedaulatan Rakyat (Rubrik : Keluarga).


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: