Keterkaitan Pendidikan Kejuruan, KKNI, dan SKKNI

26 06 2016

Mungkin anda sedang mencari referensi mengenai KKNI, SKKNI dan peran dari keduanya. Berikut sedikit ringkasan inti dari makalah yang pernah saya buat. Semoga bermanfaat…

1. KKNI

Dalam Permendikbud No. 49 Tahun 2014 Bab I Pasal 1 ayat 5 dijelaskan bahwa:

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI, adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

KKNI mempunyai 9 level, mulai dari level 1 (pendidikan dasar) hingga level 9 (Strata 3 / S-3). Tiap level harus benar-benar sesuai dengan levelnya, dalam arti tidak boleh level 6 (S-1) merasakan level 8 (S-2). Dalam kata lain, tidak diperbolehkan S-1 berasa S-2 dan sebagainya.

Adapun keterangan tiap levelnya adalah sebagai berikut:

  • Jenjang 1-3 dikelompokkan dalam jabatan operator
  • Jenjang 4-6 dikelompokkan dalam jabatan teknisi atau analis
  • Jenjang 7-9 dikelompokkan dalam jabatan ahli.

2. SKKNI

Dalam Permenakertrans  Nomor 5 Tahun 2012 Pasal 1, dijelaskan bahwa:

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat SKKNI, adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

SKKNI menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 31 Tahun 2006  Bagian ke 3 Pasal 7:

  • (1) SKKNI disusun berdasarkan kebutuhan lapangan usaha yang sekurang-kurangnya memuat kompetensi teknis, pengetahuan, dan sikap kerja.
  • (2) SKKNI dikelompokkan ke dalam jenjang kualifikasi dengan mengacu pada KKNI dan/atau jenjang jabatan.
  • (3) Pengelompokkan SKKNI ke dalam jenjang kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan berdasarkan tingkat kesulitan pelaksanaan pekerjaan, sifat pekerjaan, dan tanggung jawab pekerjaan.
  • (4) Rancangan SKKNI dibakukan melalui forum konvensi antar asosiasi profesi, pakar dan praktisi untuk sektor, sub sektor dan bidang tertentu dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri.

3. Perbedaan KKNI dan SKKNI

Pelaksanaan KKNI melalui 8 tahapan yaitu melalui penetapan Profil Kelulusan, Merumuskan Learning Outcomes, Merumuskan Kompetensi Bahan Kajian, Pemetaan LO Bahan Kajian, Pengemasan Matakuliah, Penyusunan Kerangka kurikulum, Penyusuan Rencana Perkuliahan. Untuk dapat menyusun dan mengembangkan KKNI, perlu adanya pedoman yang dipakai sebagai acuan bersama. Hal ini penting agar pengembangan KKNI dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan tuntutan dari setiap sektor, lapangan usaha dan/atau industri pengguna.

SKKNI adalah standar kompetensi yang disusun, ditetapkan dan diberlakukan secara nasional di Indonesia. Adapun proses penyusunan SKKNI, melalui tahapan adopsi dan adaptasi dari standar internasional, standar khusus, referensi, literatur maupun best practices yang berlaku.

4. Keterkaitan KKNI dan SKKNI

  • SKKNI dikelompokkan ke dalam jenjang kualifikasi dengan mengacu pada KKNI dan jenjang jabatan.
  • KKNI menjadi acuan dalam pemaketan atau pengemasan SKKNI ke dalam level atau jenjang kualifikasi.
  • SKKNI dan KKNI merupakan pondasi dari pengembangan pelatihan berbasis kompetensi.
  • Pada setiap level KKNI terdiri atas unit-unit Standar Kompetensi level yang setara dan persyaratan dasarnya.

5. Mengapa Standar Kompetensi Dibutuhkan?

Pada lembaga pendidikan dan pelatihan

  • Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan kurikulum berbasis kompetensi dan pengembangan pengajaran
  • Mendorong konsistensi dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, serta menetapkan kualifikasinya.

Pada dunia usaha / perusahaan

Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai alat manajemen, terutama dalam:

  • Menentukan organisasi kerja dan perencanaan jabatan
  • Membantu dalam evaluasi/penilaian karyawan dan pengembangannya
  • Membantu dalam merekrut tenaga kerja
  • Mengembangkan program pelatihan yang khas/spesifik sesuai dengan kebutuhan perusahaan

Pada lembaga sertifikasi profesi

  • Sebagai acuan dalam merumuskan paket-paket program sertifikasi sesuai dengan kulifikasi dan levelnya.
  • Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan penilaian dan sertifikasi


6. Keterkaitan
Pendidikan Kejuruan, KKNI dan SKKNI

  • Pendidikan Kejuruan merupakan suatu estafet proses pengembangan kualitas tenaga kerja.
  • Untuk mewujudkan system pendidikan kejuruan yang efektif, salah satu yang perlu dirumuskan adalah KKNI berbasis komptensi untuk dijadikan acuan secara nasional dalam mengembangkan program pendidikan dan pelatihan (termasuk Pendidikan Kejuruan).
  • KKNI merupakan “ Kiblat “ pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia, baik yang dilaksanakan melalui pendidikan, pelatihan maupun pengalaman kerja.
  • KKNI merupakan sistem yang berdiri sendiri dan merupakan jembatan antara sektor pendidikan dan pelatihan untuk membentuk sumber daya manusia nasional berkualifikasi (qualified person) dan bersertifikasi (certified person) melalui skema pendidikan formal, non formal, informal, pelatihan kerja atau pengalaman kerja
  • SKKNI Memastikan Link and match dunia pendidikan dan dunia kerja.
  • Dengan adanya SKKNI terjadi suatu hubungan timbal balik antar dunia usaha dengan lembaga diklat atau pendidikan kejuruan, mereka harus dapat merumuskan standar kebutuhan Kualifikasi SDM yang diinginkan guna menjamin kesinambungan usaha atau industri. Sedang pihak lembaga diklat akan menggunakan SKKNI sebagaian acuan dalam merumuskan kebjakan dalam pengembangan SDM secara makro.

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: