5 Hal yang Tidak Boleh Dilupakan Dalam Mendidik Anak

21 11 2010

Segala hal yang berkaitan dengan pendidikan anak, selalu menarik perhatian setiap orang tua. Tidak heran bila buku-buku tentang pendidikan anak selalu menjadi “buruan” para ayah dan ibu sepanjang waktu. Sebuah ekspresi akan besarnya tanggungjawab terhadap tumbuh kembangnya anak-anak dalam fitrahnya yang suci.

Terlalu banyak argumen yang dapat disajikan, mengapa orang tua harus bersemangat dalam mendidik anak. Baik alasan-alasan yang bersifat diniyah maupun duniawiyah. Dalam dimensi keduniaan, anak-anak yang terdidik dengan pendidikan rabbani akan menunjukkan baktinya kepada kedua orang tua; memberikan perhatian penuh di segala susah dan senangnya; Mengangkat derajat kemuliaan dengan karya-karya terbaik di mata manusia; dan merawat dengan penuh kasih sayang di kala tua.

Sementara dalam dimensi akhirat, cukuplah kiranya satu hadits Rasulullah SAW sebagai spirit: “Jika anak Adam meninggal dunia, Read the rest of this entry »





WASPADAI VIRUS ‘FOOD FASHION FUN’ ; Remaja Jangan Sampai Alami ‘Teknogrogi’

28 05 2010

MENGIKUTI trend, telah membuat banyak remaja cenderung bangga menjadi konsumen produk luar. Berganti ponsel setiap ada mode baru, men-download setiap permainan baru ataupun ‘betah browsing’ hingga lupa belajar, seringkali tergambar di depan mata. Mengingat, bila tidak dengan dasar yang benar, apalagi untuk memanfaatkan yang baik, teknologi sebagai salah satu hal yang paling diminati, juga menimbulkan efek negatif bagi remaja.

Hubungan batin yang teramat erat, antara remaja dan teknologi, bisa saja dimanfaatkan untuk meracuni kehidupan remaja terutama di Indonesia, agar mengikuti trend luar negeri yang sebenarnya tidak sesuai dengan budaya Timur. Remaja menurut Dosen ISI Yogyakarta, Aruman SSn dalam seminar yang diselenggarakan Lembaga Pembinaan Remaja Studia di Kampus UMY, belum lama ini. Seperti yang telah diramalkan dua orang futurolog dalam buku Megatrends 2000, remaja merupakan sasaran empuk negara maju untuk dapat menyebarkan ideologi yang akan merusak sistem tata nilai yang ada di dunia ketiga.

“Virus yang sangat gampang digunakan untuk mempengaruhi remaja adalah virus yang dikenal dengan sebutan 3F: food, fashion and fun. Ini sangat digandrungi remaja. Dan penyebaran tersebut dilakukan melalui penggunaan teknologi yang semakin canggih,” tambah Aruman dalam Seminar Remaja dan Teknologi dengan tema Teknogrogi? Ngga’ Banget.

Realita ini mengajak kita semua, apalagi remaja, untuk tidak memusuhi apalagi bermusuhan dengan teknologi. Bahkan remaja perlu berkenalan, bersahabat dan gaul dengan teknologi. Masih menurut Aruman, kemajuan teknologi jika tidak diikuti dengan baik juga akan menimbulkan adanya sindrom teknogrogi.

Selain sindrom gagap teknologi yang biasa disebut gaptek, menurut Aruman, sindrom itu juga merupakan sindrom bagi remaja yang akan menjadi korban teknologi dan juga kebablasan dalam menggunakan teknologi. “Salah satu contoh kemajuan teknologi yang disalahgunakan adalah, akses situs porno dan juga penyalahgunaan narkoba dengan teknologi,” tambah Dosen ISI Yogyakarta. Hal itu menurutnya tidak akan meningkatkan intelektualitas namun malah akan merusak moralitas para remaja.

“Oleh karena itu dalam penggunaan teknologi bagi para remaja juga harus selalu diperhatikan sehingga tidak kebablasan dan juga harus tetap sesuai dengan ajaran agama yang ada,” ungkapnya.

Pisau Bermata Dua

Mau tidak mau, sebagaimana disebut praktisi cyber yang juga pengelola Jaringan Situs Syariah Publication, Ust Farid Ma’ruf, teknologi harus diakui dan diibaratkan bak pisau bermata dua. Karena itu, pemegangnya-lah yang harus menentukan apakah teknologi itu akan digunakan untuk kebaikan atau untuk kemaksiatan. “Maka, kemajuan teknologi jangan hanya dilihat dari sisi negatifnya saja, namun banyak sisi positif yang bisa diambil,” katanya.

Menarik apa kata Farid yang sudah barang tentu terbiasa dengan teknologi canggih. Menurutnya, saat penyebaran kemaksiatan semakin maju dan canggih, maka seharusnya hal itu harus ditangkal dengan dakwah yang juga memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut. “Munculnya website Islami, maupun film Islami dan juga software Islami sangat membantu dalam berdiskusi dengan siapapun tanpa harus melakukan pertemuan,” katanya.

Bukan tanpa alasan. Bagi Farid, kemajuan teknologi terutama bidang informasi, harus selalu dikawal dengan akhlak yang baik, sehingga pemanfaatan itu akan mewujudkan kebaikan. “Oleh karena itu sikap ogah-ogahan dalam mempelajari teknologi adalah salah, kita harus bisa memanfaatkan teknologi untuk kebaikan membawa kebenaran,” tambahnya. (Fsy)-g

Sumber :

Harian Umum Kedaulatan Rakyat (Rubrik : Keluarga).





Tips dari Istriku : Bagi yang Ingin Sukses

27 05 2010

Masa depan cemerlang? Bukanlah sebuah keberuntungan yang dapat datang begitu saja. Butuh usaha? Dah pasti, tetapi perlu juga mental yang positif. Kalau menurut Jamil Azaini (seorang trainer yang menjadi inspiratorku nih), resep sukses itu bisa disingkat dengan HIT, apakah HIT itu? Ini nih rinciannya:

  • H -Hancurkan penghalang :

Ini nih yang masih ngendon di benak kita. Yakni pikiran-pikiran negatif dan mental-mental tempe (yang terakhir ini cuma minjem istilah orang lo). Selama ini di benak kita, tanpa kita sadari banyak kalimat-kalimat sampah macam ‘Ah, aku gak bakalan bisa juara satu lomba bikin robot’, ‘Mana mungkin aku bisa jadi pengusaha besar seperti Bakrie’, ‘Paling mentok aku hanya bisa jadi pegawai negeri’, dan berbagai kalimat-kalimat pesimistik lainnya. Percaya apa enggak, kalimat-kalimat itu dapat mensugesti hidup kita, seperti hukum sugesti: ‘Apa yang kita pikirkan tentang diri kita, ya itulah diri kita sesungguhnya’. Maka gak heran, kalau prestasi kita selama ini cuma mentok sampai ranking 20 di kelas, atau gaji kita hanya cukup buat makan lauk tempe setiap hari.

Sejarah mencatat, pemain piano terbaik se-asia adalah seorang gadis yang memiliki empat jari di tangannya. Dua jari di tangan kanan, dan dua jari di tangan kiri. Kita yang punya sepuluh jari saja belum pernah juara lomba piano se RT? Ini karena si gadis telah menghancurkan penghalang dirinya, ia ubah paradigma berfikir kebanyakan orang di dunia ‘Gak bakalan orang yang punya jari empat di tangannya dapat main piano dengan baik’ dengan paradigma seorang yang bermental sukses seperti dirinya ‘Walau saya hanya punya jari tangan empat, tetapi kalau saya giat berlatih saya pasti dapat menjadi pianis yang hebat’, dan kalimat tersebut seakan menjadi mukjizat bagi gadis cacat itu.
Sekarang tinggal diri kita mau sukses apa enggak, kalau mau segera hancurkan pikiran-pikiran ‘gak bisa’ itu dan ubah dengan kata ‘pasti bisa’, ini adalah start kita untuk meraih masa depan cemerlang.
Penghalang yang kedua adalah kebiasaan-kebiasaan negatif atau karakter yang menghambat. Sukses itu tak pernah berpihak pada orang-orang yang berkepribadian buruk macam malas, gak disiplin, gak bertanggung jawab, dll. Perlu digaris bawahi, kalau selama ini kita beranggapan karakter itu ibarat tahi lalat yang tidak bisa dihilangkan dari tubuh si pemiliknya, ini adalah salah. Karakter itu bukan sifat yang melekat, tetapi sebuah kebiasaan tentu saja ini bisa diubah asal ada kemauan dan usaha yang sungguh-sungguh. Wah kog berat? Lha ini bukan pemaksaan kog, sukses itu kan pilihan, sekarang tinggal mau sukses apa enggak, kalau ingin sukses, setidaknya ada beberapa hal di bawah ini yang harus tercipta dalam diri kita:
– Disiplin
– Menghargai dan selalu bersikap baik pada orang lain
– Berani menanggung resiko
– Tanggung jawab

  • I -Impianmu tuliskan

Tahapan yang kedua adalah menuliskan impian kita. Ada sebuah cerita, seorang ibu menuliskan kata Prof. di depan nama anaknya yang ditulis di pintu kamarnya, ternyata si ibu tidak sia-sia, beberapa tahun kemudian sang anak benar-benar dinobatkan sebagai professor. Impian yang dituliskan besar-besar dan selalu kita indra dapat memotivasi kita agar selalu berusaha meraihnya. Sebagai langkah untuk meraih kesuksesan kita, kita bisa menuliskan impian-impian kita itu. Lebih baik kita menuliskannya dalam jangka pendek, jangka sedang, dan jangka panjang. Sebagai contoh, misalkan saya bercita-cita ingin menjadi seorang dosen, maka jangka pendek yang harus saya lakukan adalah mencari bahan-bahan referensi yang terkait dengan jurusan yang saya ambil dan mendalaminya, sedangkan jangka menengah saya harus menyelesaikan kuliah S2 saya setidaknya selama 2 tahun, dan jangka panjang saya adalah mendaftarkan diri dan diterima sebagai dosen di universitas yang unggul.
Perlu dicatat, impian yang kita tulis hendaknya rasional dan sesuai dengan apa yang kita sukai. Banyak orang yang tidak mencapai impiannya karena ia terlalu muluk-muluk, misalkan ingin membuat rumah di planet mars, atau memiliki impian diluar bidangnya misalnya seorang sarjana hukum ingin menjadi dokter. Demikian juga impian hendaknya sesuai dengan kesukaan kita. Tanpa ada keinginan, kita tak akan bergairah meraih impian itu. Hal seperti ini banyak dialami oleh para remaja yang memilih jurusan kuliah karena paksaan orang tuanya. Anak yang seperti ini gak akan pernah meraih kesuksesannya.

  • T –Tingkatkan valensimu

Valensi itu apa sih? Bisa dikatakan sebagai grade atau kualitas diri. Pernah denger kan hadis ‘Barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin maka dia akan beruntung, barangsiapa hari ini sama dengan kemarin maka dia akan merugi, barangsiapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia akan celaka’. Nah kan, Allah saja menyuruh hambanya untuk selalu memperbaiki dirinya setiap hari. Orang yang sukses adalah orang yang tidak akan pernah menyia-nyiakan waktunya untuk belajar dan meningkatkan kualitas dirinya demi meraih impiannya. Cara meningkatkan diri ini adalah dengan berusaha terus menerus meraih impiannya, tidak putus asa bila ujian dan hambatan menghadang, terus-menerus belajar dari kegagalan, dan ia tidak pernah membuang-buang waktunya begitu saja. Makanya hati-hati apabila kita bergaul dengan teman-teman yang sukanya mengajak kita untuk membuang-buang waktu dengan aktivitas yang tidak bermanfaat. Bagi orang bermental sukses, ia akan menghindari teman yang seperti ini, justru sebaliknya dia akan memilih teman yang selalu memotivasinya saat semangatnya meredup.

Demikianlah kiat-kiat untuk membentuk masa depan kita yang cemerlang. Semoga masa depan cemerlang menanti kita! Satu hal yang perlu diingat, sukses itu bukan akhir dari tujuan tetapi sebuah perjalanan, sukses yang satu akan diikuti sukses berikutnya. Jadi orang yang bermental sukses tidak akan pernah letih menjalani hidup ini, ia selalu mengejar sukses itu terus-menerus. Sekarang bagaimana? Merasa tertantang untuk membentuk masa depan yang cemerlang?

———————————————————————————————————————————————————

~_~

~by: fafi~