Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar

28 06 2016

Alur GP

Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar merupakan proses penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Peningkatan kemampuan tersebut mencakup kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk perbaikan dan pertumbuhan kemampuan (abilities), sikap (attitude), dan keterampilan (skill). Dari kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan suatu perubahan perilaku guru yang secara nyata perubahan perilaku tersebut berdampak pada peningkatan kinerja guru dalam proses belajar mengajar di kelas. Read the rest of this entry »





Program Guru Pembelajar

28 06 2016

Jumat, 17 Juni 2016 saya mendapatkan undangan berupa email dari Kemendikbud melalui LPPPTK KPTK Gowa Sulawesi Selatan sebagai panitia yang menyelenggarakan Pelatihan Instruktur Nasional/Mentor Program Guru Pembelajar. Isi dari undangan tersebut mengundang by name calon Instruktur Nasional untuk program Guru Pembelajar. Terus terang, awalnya sangat berat untuk mendatangi undangan ini, namun Bapak Kepala Sekolah memberi saran agar mendatangi undangan ini, jangan sampai sekolah jadi korban, akhirnya saya yang berkorban… 😛  . Bagaimana tidak berkorban, 10 hari pada bulan ramadhan saya harus meninggalkan anak-anak dan istri dirumah, ini menjadi hal yang sangat berat. Tetapi semoga (bi idznillah) tugas ini memberikan manfaat bagi diri sendiri dan sesama guru di dunia pendidikan. Pelatihan calon IN ini dilaksanakan tanggal 21 s.d. 30 Juni 2016 di P4TK TK dan PLB Jawa Barat. Alhamdulillah sampai tulisan ini ditulis masih menikmati kegiatan yang masih berjalan.

 

program GP

 

Berikut latar belakang mengapa program Guru Pembelajar ini dilaksanakan: Read the rest of this entry »





Guru Indonesia adalah Guru Pembelajar

28 06 2016
Anies Baswedan

Anies Baswedan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengajak para guru Indonesia untuk sama-sama menunjukkan pada bangsa. Para guru Indonesia, kata dia, harus menampilkan bahwa guru Indonesia itu pembelajar.

“Dalam kesempatan peringatan Hari Guru ini saya ingin mengajak Ibu dan Bapak Guru untuk sama-sama menunjukkan pada bangsa tercinta ini bahwa guru Indonesia adalah guru pembelajar,” ujar Anies dalam sambutan pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2015 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Rabu (25/11).

Anies juga menilai, guru selalu hadir mengirimkan pesan harapan terhadap generasi bangsa ini. Guru juga akan semakin menjadi teladan tepat karena ketangguhan, optimisme dan keceriaannya. Dia mengajak seluruh guru untuk meneguhkan ikhtiarnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Read the rest of this entry »





Taksonomi Bloom Versi Revisi

27 06 2016

Untuk lebih mempermudah dalam memahami Taksonomi Tujuan Pendidikan ranah kognitif versi revisi, sebaiknya kita menengok ulang versi yang asli. Dengan begitu, kita dapat mengetahui persamaan dan perbedaan antara keduanya. Selain itu, kita juga dapat memahami bagian mana dari versi asli yang telah direvisi sehingga kita dapat menjelaskan kelebihan Taksonomi Bloom versi revisi.

A. TAKSONOMI BLOOM – VERSI ASLI

Taksonomi tujuan pendidikan ranah kognitif yang asli mencakup 6 kategori, yaitu:

  1. Knowledge ( Ingatan/Pengetahuan)
  2. Comprehension (Pemahaman)
  3. Application (Aplikasi)
  4. Analysis (Analisis)
  5. Synthesis (Sintesis)
  6. Evaluation (Evaluasi)

Read the rest of this entry »





Keterkaitan Pendidikan Kejuruan, KKNI, dan SKKNI

26 06 2016

Mungkin anda sedang mencari referensi mengenai KKNI, SKKNI dan peran dari keduanya. Berikut sedikit ringkasan inti dari makalah yang pernah saya buat. Semoga bermanfaat…

1. KKNI

Dalam Permendikbud No. 49 Tahun 2014 Bab I Pasal 1 ayat 5 dijelaskan bahwa:

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI, adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

KKNI mempunyai 9 level, mulai dari level 1 (pendidikan dasar) hingga level 9 (Strata 3 / S-3). Tiap level harus benar-benar sesuai dengan levelnya, dalam arti tidak boleh level 6 (S-1) merasakan level 8 (S-2). Dalam kata lain, tidak diperbolehkan S-1 berasa S-2 dan sebagainya.

Adapun keterangan tiap levelnya adalah sebagai berikut:

  • Jenjang 1-3 dikelompokkan dalam jabatan operator
  • Jenjang 4-6 dikelompokkan dalam jabatan teknisi atau analis
  • Jenjang 7-9 dikelompokkan dalam jabatan ahli.

Read the rest of this entry »





Peran Sistem Informasi dalam Dunia Pendidikan

26 06 2016

Sistem-Infomasi

Sistem informasi dalam dunia pendidikan memiliki peran yang sangat penting, diantaranya adalah;

1. Mendukung proses dan operasional pendidikan

Sistem Informasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses dan operasional sekolah/kampus dengan berbagai macam fungsi, dapat dicontohkan berbagai macam Sistem Informasi yang sering digunakan, diantaranya adalah :

  • E-Learning untuk mendukung proses kegiatan pembelajaran
  • E-Library untuk mendukung proses belajar dan mencari bahan ajar
  • SIAKAD (Sistem Informasi Akademik) untuk mendukung kegiatan akademik
  • SIMS (Sistem Informasi Manajemen Sekolah) untuk mendukung sistem manajemen yang ada di sekolah.
  • Website untuk menyampaikan berita kegiatan dan aktifitas di sekolah/kampus kepada masyarakat umum.

2. Mendukung proses pengambilan keputusan

Dengan Sistem Informasi dapat dikumpulkan sejumlah informasi dengan mudah, sehingga Kepala Sekolah/Pimpinan dapat mengambil sejumlah kebijakan penting. Sebagai contoh, pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Sekolah untuk membuat jadwal kegiatan pembelajaran sesuai dengan jumlah pengajar dan jumlah kelas yang tersedia. Read the rest of this entry »





Cloud Computing untuk Dunia Pendidikan

26 06 2016

Cloud Computing (komputasi awan) merupakan suatu sistem komputer yang serba terhubung di Internet, sehingga para pengguna tidak perlu menginvestasikan space, perangkat keras dan perangkat lunak untuk menjalankan suatu program, menulis, meng-edit atau menyimpannya. Semua sudah tersedia di komputasi awan, dan pengguna (end user) bisa langsung mengaksesnya. Berbagai fasilitas seperti penyimpanan file, olah file sampai dengan sistem operasi dapat tersedia di awan. Sistem informasi sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi sangat berperan penting dalam manajemen data sampai operasi data sehingga dapat terata dengan lebih baik. Dengan adanya cloud computing semua fasilitas diatas diakses dan dimiliki secara virtual, yang berarti pengguna tidak perlu menyediakan server – server, hosting dan perangkat lunak untuk sisi backend dan tidak perlu menginstal perangkat lunak yang dibutuhkan untuk mengakses dokumen di perangkat keras seperti PC, laptop, smartphone atau gadget lainnya, karena semua aplikasi dapat diakses melalui web browser dan pengolahan data pada sistem informasi menjadi sangat mudah dan murah.

cloud-computing-security

Keuntungan Penggunaan Cloud Computing menurut Syamsuar & Zen (2010)  dalam jurnalnya, bahwa ada lima kriteria teknologi informasi yang cocok untuk di implementasikan pada institusi pendidikan di Indonesia, antara lain murah meriah, mudah digunakan, mudah dan murah dalam perawatan, layanan yang lebih baik, mudah dalam mendapatkan dukungan teknis. Kondisi ini memang sangat cocok dengan keunggulan yang ditawarkan oleh model cloud computing. Read the rest of this entry »